--> Laku Rupa Sumadiyasa; Alam dan Keseharian | TelusurBali.com

Laku Rupa Sumadiyasa; Alam dan Keseharian

Karya I Made Sumadiyasa I Made Sumadiyasa mengadakan pameran tunggal di Bentara Budaya Bali, dan pameran ini dibuka Minggu, 28 Juli ...

Karya I Made Sumadiyasa

I Made Sumadiyasa mengadakan pameran tunggal di Bentara Budaya Bali, dan pameran ini dibuka Minggu, 28 Juli 2019 bertajuk “Sacred Energy”. Ia merupakan seniman kelahiran Tabanan, 8 Februari 1971 dan menyelesaikan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Pameran yang berlangsung hingga Senin, 5 Agustus 2019 ini dikuratori oleh Wicaksono Adi.

Menurut Wicaksono, dibandingkan dengan mahasiswa-mahasiswa seangkatannya, Sumadiyasa adalah satu-satunya mahasiswa yang paling cepat membangun karir sebagai seniman profesional. Dengan cepat ia mengambil pendekatan semi representasional dalam nuansa ekspresif yang sangat kuat dan kemudian secara penuh berkarya abstrak ekspresionistik.

Menurutnya, pada saat masih kuliah Sumadiyasa sudah mendapat kesempatan yang lebih luas untuk memamerkan karya-karyanya sekaligus beroleh respons yang sangat bagus dari para pembutuh, khususnya kolektor dari luar negeri. Ia juga mendapat ekspos media-media seni, termasuk media seni internasional. Salah satu karyanya pernah dijadikan cover majalah Asian Art News, sebuah media seni penting di kawasan Asia.

Ketika berusia 24 tahun, tahun 1995 Sumadiyasa sudah dapat menggelar karya-karyanya di luar negeri. Ia diundang dalam pameran Art Asia, International Fine Art Exhibition di Hongkong. Dalam pameran di Hongkong Convention and Exhibition Center itu, ia sekaligus meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Made: Searching for the Spirit, the Art of Made Sumadiyasa.

Hingga tahun 2005, tujuh tahun setelah lulus dari ISI Yogyakarta, Sumadiyasa terlibat dalam lebih dari 35 pameran bersama dan telah menggelar 5 kali pameran tunggal. Ia juga telah mendapat delapan penghargaaan dari berbagai lembaga seni tingkat nasional dan internasional.

Tendensi ekspresionistik pada Sumadiyasa sudah muncul ketika menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Seni Rupa di Sukawati, Bali. Pada saat itu Sumadiyasa mendapat inspirasi dari seniman Made Budhiana dalam mengenali khazanah ideoreligius tradisional sekaligus melatih kepekaan terhadap segala hal yang dihadapi seorang perupa. Made Budhiana juga mengajaknya turun langsung menghadapi situasi atau atmosfer objek-objek alam dan manusia secara langsung guna menangkap spirit di balik objek-objek agar dapat mengungkap dimensi-dimensi immaterialnya. Dari Made Budhiana pula Sumadiyasa beroleh inspirasi untuk melatih spontanitas dan kebebasan dalam mentranformasikan dimensi-dimensi emotif objek-objek ke dalam realitas visual semi representasional.

Karya I Made Sumadiyasa

Selain itu, Sumadiyasa juga terinspirasi Nyoman Gunarsa, seniman senior sekaligus pengajar di Institut Seni Indonesia Yogyakarya. Seniman ini banyak mengolah gerak dinamis objek-objek berupa semesta mitologis dan dunia perwayangan maupun bentuk-bentuk simbolik ideoreligius tradisional. Bibit-bibit pendekatan nonrepresentasional pada Sumadiyasa memang sudah muncul semenjak remaja. Dan setelah lepas dari bangku akademi, dia semakin leluasa mengamalkan pendekatan abstrak ekspresionistik.

Dari aspek tema, Sumadiyasa banyak mengulik tema tentang alam. Atau energi dari alam semesta. Dalam katalogus pameran bertajuk Sunrise yang digelar tahun 2005, kritikus seni rupa sekaligus pakar budaya Jean Couteau menyebut karya-karya Sumadiyasa sebagai “Cosmic Expresionism”. Di situ Couteau menegaskan bahwa energi yang dimaksud bukan semata-mata energi sang seniman yang muncul saat melukis sebagaimana lazimnya energi fisikal dari seorang pelukis yang melakukan action painting, tapi lebih dari itu adalah energi yang mengatasi energi manusiawi. Energi yang diekspresikan adalah energi alam dan semesta.

Di awal karirnya Sumadiyasa menggambar objek-objek atau bentukbentuk tertentu di antaranya sosok-sosok penari Bali. Dalam lukisan berjudul Dressing in Front a Mirror (1992) misalnya, kita menemukan gambar figur perempuan penari Bali yang berada di belakang panggung dalam balutan kostum tarinya sedang merias diri di depan cermin besar. Sosok itu digambar tampak samping dalam goresan garis dan semburat warna yang sangat ekspresif. Hal itu juga terjadi pada karya berjudul Dressing for Performance (1992) maupun Preparation Before a Performance (1992). Antara sosok perempuan penari dan latar belakangnya saling timpa dengan garis dan warna ekspresif sehingga sosok tersebut tidak tampak diam dan statis.

Tentu, selain gambar-gambar kesibukan di balik panggung, kita juga akan menyaksikan para penari yang sedang beraksi, seperti lukisan The Kebyar Dancer (1992); Legong Dancer (1991); The Drummer (1992); Barong (1992), dan lainlain. Semuanya dilukis secara ekspresif sehingga yang menonjol bukanlah bentuk tubuh para penarinya melainkan kekuatan gerak tari yang sangat dinamis. Bahkan pada lukisan The Kebyar Dancer kita menemukan bentuk tubuh sang penari yang nyaris tak dapat dikenali lagi.
Yang muncul adalah justru sabetan garis dan warna yang membuncah memenuhi seluruh bidang kanvas, seperti liukan gerak atau kelebatan energi yang mengalir tanpa henti.

Dan pada karya berjudul Ngaben (1993) kita menemukan kelebatan lidah-lidah api kemerahan yang siap membubung ke angkasa. Di situ yang tampak bukan bentuk sang api yang menjulur ke atas, tapi semburat garis dan warna sehingga kita seolah dapat merasakan panas yang ditimbulkan dari nyala api.
Pada tahap awal ini, Sumadiyasa masih bertolak dari bentuk-bentuk representasional objek-objek. Sebagian berupa sosok-sosok manusia dan sebagian lagi bentuk-bentuk ideoreligius tradisional yang menjadi bagian kehidupan kultural di Bali seperti sosok barong, figur-figur dari dunia perwayangan, dan sejenisnya.

Ekspresionisme Sumadiyasa di sini bertumpu pada aspek emosi dari objek-objek yang berkelindan dengan gerak figur maupun situasi atau atmosfer ruang tempat objek-objek itu berada. Dari situ sang pelukis kemudian mulai membuat “abstraksi-abstraksi” bentuk-bentuk sehingga dimensi material objeknya perlahan mengabur dan digantikan oleh konstelasi gerak. Artinya, bentuk-bentuk ekspresifnya telah menjadi gerak dari objek dan bukan lagi bentuk atau struktur materialnya.

Dan untuk mencapai hal itu, Sumadiyasa membuat studi bentuk-bentuk melalui sketsa-sketsa. Bahkan sketsa-sketsanya terkadang menjadi wahana untuk melakukan purifikasi bentuk: menangkap esensi yang paling dasar dari bentuk untuk kemudian ditransformasikan menjadi energi di baliknya. Dan lantaran objek-objek yang dipurifkasi itu rata-rata bergerak secara dinamis seperti sosok penari Bali yang sangat ekspresif, maka lintasan abstraksinya juga menampakkan gerakan yang cepat pula. Atau sabetan-sabetan abstraksi dan bukan skema atau struktur abstraksi dari bentuk-bentuk. Akibatnya, kita akan terbawa ke dalam situasi dinamis dari abstraksi-abstraksi.

Wicaksono menyebut, sekurang-kurangnya ekspresionisme Sumadiyasa dapat dibagi dalam tiga babakan. Pertama, ekspresionisme yang bertumpu pada unsur-unsur emotif yang dinamis sebelum terjadi “abstraksi-abstraksi”. Unsur emotif tersebut diperkuat untuk mencapai esensi bentuk material dari tubuh penari atau objek alam dan lingkungan, misalnya. Di sini kita belum memasuki gerak energi atau aliran dayadaya yang tak merujuk pada dimensi material tertentu melainkan nuansa ekspresif dari objek-objek. Fase ini berlangsung pada awal karir kesenimanannya yang berlangsung sekitar tahun 1990-1993.

Karya I Made Sumadiyasa

Kedua, tahap di mana Sumadiyasa mulai melukis energi dari gerak yang muncul dari “abstraksi-abstraksi”. Di sini kita akan menemukan transisi antara bentuk-bentuk menuju esensi immaterial objek-objek, dari bentuk energi menuju gerak energi. Fase ini hanya berlangsung sebentar, kira-kira pada tahun 1993-1994.

Ketiga, tahap di mana Sumadiyasa sepenuhnya melukis atmosfer atau suasana dari gerak dan energi yang telah melampaui “abstraksi-abstraksi” bentuk. Dan bahkan bentuk-bentuk representasionalnya telah menghilang sama sekali lalu digantikan energi di baliknya. Di sini lukisan abstrak dan abstrak ekspresinonistik telah menjelma susunan atau lintasan gerak hidup itu sendiri. Fase ketiga tersebut dapat dikatakan dimulai pada tahun 1994. Salah satu karya terpenting pada periode ini adalah yang berjudul The Way to Eternity. Karya yang dibuat tahun 1994 ini kemudian dijadikan cover majalah Asian Art News, Hongkong edisi Maret-April 1996.

Beberapa karya terpenting lainnya adalah Soul of the Sea (1995); Water of Life (1997); Mother Earth (1997); Yin and Yang (1998; Tribute (1999). Khusus karya Yin and Yang maupun Tribute, dibuat dalam ukuran gigantik dengan panjang mencapai 6 meter.

Bagi Sumadiyasa, gerak bebas dan spontan dalam pendekatan abstrak ekspresionistik semacam itu adalah juga wahana untuk menghikmati berkah alam dan lingkungan sebagaimana tercermin dalam karyanya yang berjudul Joy of Life (1995).  Sejak tahun 1995 itu, Sumadiyasa semakin produktif membuat karyakarya semacam itu. Dapat dikatakan bahwa pada tahun itu, seniman ini telah menemukan ruang gerak dan pijakan yang mantap dalam pendekatan abstrak ekspresionistik. Dan terkait dengan tema energi alam ini, bahkan ketika masih menempuh studi di ISI Yogyakarta, Sumadiyasa telah membuat pameran tugas akhir bertajuk Gejolak Alam Sebagai Sumber Imajinasi pada tahun 1997. 

Sumadiyasa kembali menggelar karya-karyanya di Bentara Budaya Bali. Tentu, selama ini sang seniman tetap berkarya di studionya dengan mengangkat varianvarian tema tentang energi alam dan lingkungan. Karya-karya yang dibuat tahun 2019 ini antara lain adalah Sacred Energy (2019) yang dibuat di atas kanvas berbentuk bundar berdiameter 153 cm; Mother Tree (2019) yang dibuat dengan ukuran besar, 4 x 6 meter; Waves (2019) dengan ukuran 2 x 5 meter; Morning Mist (2019) yang berukuran 2 x 5 meter; Dancing at the Waterfall (2019) dalam kanvas bundar berdiameter 187 cm; Dancing in the Rain (2019) dalam kanvas bundar berdiameter 223 cm; dan lain-lain.

Tentu, selama dua puluh lima tahun lebih menjalankan karirnya sebagai perupa abstrak ekspresionistik, Sumadiyasa lebih banyak menggunakan media atau material kanvas dengan akrilik dan cat minyak. Sementara, dari aspek tema, seniman ini terus-menerus mendedah gerak dan energi alam maupun lingkungan dalam situasi psikologis yang bermacam-macam. Sumadiyasa terus bekerja dalam ekspresionisme alam maupun semesta batin manusia sebagai cerminan langsung daya-daya personal dalam haribaan energi kosmik yang penuh dengan ketidakterdugaan, gejolak-gejolak, gerak dinamis yang terkadang berada di luar jangkauan si manusia, juga gerak energi dalam drama piktorial ekstra besar guna menjelajahi daya-daya kolosal macro cosmos.

Sementara seniman, akademisi yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan Kun Adnyana mengatakan Sumadiyasa mengiblatkan jalan seni rupanya segaris dengan pemahaman Ida Pedanda Madé Sideman tentang praktik hidup sebagai menanami tubuh (Sang Diri) lewat pengetahuan tanpa batas, dan J. Krishnamurti menumpu pada jalan pemahaman totalitas kehidupan.

Potret Diri I Made Sumadiyasa

Secara terang, Madé yang menamatkan pendidikan tinggi seni rupanya di Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, sejak tahun 1993 telah dengan sadar menguak “dunia laku” alam dan “Sang Diri” pada posisi mendialog. Sedari tahun 1994 ia malah telah mengembangkan perombakan tata visual seni rupa Bali yang menjauh dari citra-citra ikonografis Bali, dengan mengajukan citra abstraksi berkebebasan, yang lebih mengejar impresi-impresi rasa personal tinimbang pergulatan identitas etnis ke-Bali-an.

Secara ideologis, praktik kekaryaan yang dilakukan Madé Sumadiyasaa sebangun dengan keyakinan-keyakinan kalangan Abstrak-Ekspresionis Amerika Serikat setelah Perang Dunia ke-II, sebagaimana dinyatakan Jackson Pollock, bahwa ketika dunia dalam kondisi kacau (perang), seni harus dikembalikan untuk menuturkan emosi diri. Sumadiyasa bukan hanya mengajukan gugatan intuitif perihal laku semesta alam yang luar biasa dahsyat, namun juga terkadang menepi untuk mengenali lebih dalam soal-soal yang sangat sederhana, keseharian dan hal-hal biasa.

Kun mengatakan, secara visual, karya-karya dalam pameran “Sacred Energy” Meta Rupa I Madé Sumadiyasa kali ini memaknai luberan alamiah warna di atas kanvas, begitu juga menghargai warna-warna blur akibat genangan pengencer cat yang berlebih, termasuk pula aneka clussel dan teknik opaque yang berlangsung spontan, organis, dan juga berkebabasan. Dengan meresapi efek cat, minyak pengencer, dan juga material kanvas, Sumadiyasa membawa peristiwa alam dan keseharian berlangsung secara intutif dalam praktik penciptaan karyanya. (TB)

MGID

Name

2020,3,2021,1,abadi,1,aceh,1,adat,3,agraris,1,air,1,air suci,2,air terjun,2,aksara suci,1,ala ayuning dewasa,1,alami,2,alas purwo,1,amerika serikat,3,aneh,1,anggara kasih,3,angin kencang,1,angkringan,1,anjing,3,aplikasi pengingat terbaik,1,arak,1,arak bali,3,arca,1,arema fc,8,aremania,7,arjuna,1,arsitektur,3,art,18,art center,1,arti mimpi,8,artis,19,artis melukat,2,ary kencana,2,aswatama,1,atma wedana,1,aura kasih,1,australia,4,awatara,4,babad pasek,1,babad tanah jawi,1,babi,1,babi guling,4,babi guling samsam,1,badung,62,bagus wirata,2,bala,1,bali,994,bali adnyana,1,bali aga,7,bali di langkat,1,bali di luar,2,bali di sumatera utara,1,bali kuno,1,bali yang binal,1,balian,2,balinese food,11,bandara bali utara,2,bandara ngurah rai,2,Bandung,1,bangli,18,banjir,6,banten,1,banten otonan,1,bantuan,1,banyu pinaruh,1,banyuwangi,1,barack obama,1,basang-basang,1,bayu kw,1,bbm,1,Bebai,2,Beji Langon,1,belgia,1,belitung,1,bencana,1,bencana alam,11,bendesa,1,bendungan titab,1,berhala,1,berita,137,besakih,3,bharatayudha,1,Bhatari Durga,1,bhisama,1,bhuta kala,2,bima,1,binatang,1,biografi,2,bisnis,8,blt,1,bmkg,1,body painting,1,bom bali,1,bondres,1,Boya Sang Bima,1,brahma,1,Brahma Lelare,1,bri,10,BRI Liga 1,3,buah musim hujan,1,buda wage,1,buda wage klawu,1,budaya,241,budha,1,buku,1,bulan,1,bulan di pejeng,1,bule,5,buleleng,55,bunuh diri,1,burung pipit,1,bus hantu,1,calonarang,1,canang sari,2,candi dieng,1,canggu,3,cara merawat rambut,1,cara sadap wa,1,cara temukan hp hilang,1,care bebek,2,caru,1,catetan dibi sande,1,Catur Bekel Dumadi,1,cetik,4,china,1,chord,2,cina,2,cinta,1,ciri-ciri fake people,1,ciri-ciri manusia bertopeng,1,ciri-ciri manusia palsu,1,Cleo,1,corona,1,costume,1,covid-19,4,cpns,1,crazy rich,3,cristiano ronaldo,1,crypto,1,cuaca,1,Culture,11,Dalam Ingatan,1,dana punia,1,Dang Hyang Nirartha,3,dangdut,1,daratan,1,dataran tinggi dieng,1,daun kelor,1,daun sirih,1,Death Knot,1,demam berdarah,1,demen pedidi,1,demo,1,denpasa,1,denpasar,120,desa adat,1,desa adat datah,1,desa dapdap putih,1,desa jinengdalem,1,desa manggis,1,desa munggu,1,desa nyanglan,1,desa sudaji,1,desa undisan,1,desa wisata,1,dewa 19,1,dewasa ayu,7,dewata nawa sanga,1,Dewi Sri,1,dharma wacana,1,dialog dini hari,1,digital,7,dinasti warmadewa,1,dirjen Bimas Hindu,2,diskon,1,dlhk bali,1,doa,6,doa hindu,1,doa sehari-hari,3,dokter gigi,1,doktor,1,dosen isi,1,dprd,2,dprd bali,1,dprd kota denpasar,1,drama gong,3,dresta bali,1,drupadi,1,dubai,1,duryodana,1,duryudana,1,epos,2,erupsi gunung agung,2,event,8,fakta,1,feature,2,festival,2,film,5,filsafat,1,Fitur terbaru WhatsApp 2021,1,food,14,G20,4,gajah mada,1,galungan,14,gambelan,1,game,1,gamelan bali,1,gang poppies,1,ganjar pranowo,1,gaya hidup,1,gelgel,1,gempa,16,gempa bumi,14,genta,1,gering,2,gering agung,1,gerubug,1,gianyar,48,gilang bhaskara,1,gitgit,1,gubernur bali,5,gulinten,1,Gung Dewi,1,gunung agung,9,gunung batur,2,gunung semeru,1,guru,1,hamil,1,happy salma,1,hari baik,4,hari raya,16,hari raya hindu sepanjang tahun 2023,1,hastinapura,1,herbal,6,hiburan,3,Hindu,399,hindu aceh,1,hindu aluk todolo,1,hindu bali,62,hindu dunia,2,hindu jawa,9,hindu jogja,1,hindu kaharingan,1,hindu kei,2,hindu ntt,1,hindu nusantara,11,hindu tamil,1,hindu tanimbar kei,1,hobby kerauhan,1,Holywings,1,hong kong,1,horor,4,hotel,1,how to,1,hujan,1,hukum,2,hukum dan kriminal,29,hutan,1,I Gusti Ngurah Alit Yudha,1,I Gusti Ngurah Rai,1,I Nyoman Giri Prasta,1,i nyoman kenak,1,i nyoman wara,2,Ida Ayu Laksmi,1,Ida Bagus Putu Dunia,1,Ida Pedanda Gde Made Tembau,1,idol,1,idul fitri,1,ihdn denpasar,1,india,27,Indonesia,2,infotainment,1,inggris,1,inna bali beach,1,inspirasi nama bayi,1,inspiratif,1,instalasi,1,internasional,1,international,11,Irjen Pol Teddy Minahasa,2,isi denpasar,6,islam,14,itihasa,1,jagatnatha,1,jakarta,1,janin,1,jantung sehat,1,januari 2023,1,Jason Derulo,1,jawa,7,jawa barat,1,jawa timur,4,jegeg bulan,3,jembatan kaca,1,jembrana,18,jepang,3,jerawat,1,jerman,1,jessica iskandar,1,job,1,jodoh,1,joged,1,joko widodo,5,Jokowi,4,jrx,1,judi online,1,jukung,1,Julia Roberts,1,jumat kliwon,1,Jumat Paing,1,jumat pon,1,Jumat Umanis,1,jumat wage,1,jumat wage uye,1,kadek devi,1,kajeng kliwon,4,kalender,1,kamis kliwon,1,kamis paing,1,kamis pon,1,kamis umanis,1,kamis wage,1,kampung bali,1,kampung bali bekasi,1,kapolda,2,Kapolres Malang,1,Kapten Japa,1,karangasem,54,karna,1,KB Bali,2,kebakaran,4,kebaya,1,kebo iwa,1,kecelakaan,3,kecelakaan pesawat,1,kecoak,1,keluarga berencana,1,kemakmuran,1,kematian,1,kembang rampe,1,kenangan,1,kepemimpinan,1,kepercayaan,4,kerajaan klungkung,2,kerauhan,2,kesanga,1,Kesehatan,13,kesiman,3,kesiman kertalangu,1,kesurupan,2,ketua dprd badung,1,ketua dprd gianyar,1,keturunan,1,ketut santosa,1,kintamani,1,kisah teman,1,kkb papua,2,kkn,4,klawu,3,klenik,3,klenteng,1,klungkung,31,koin micin,1,komisi IV DPRD Kota Denpasar,1,korea selatan,1,koster,1,kpk,5,kresna,1,kriminal,22,kristen,1,krobokan,1,ktt g20,5,kucing,1,kuliner,21,kulit kusam,1,kulit pisang,1,kulkul,1,kuningan,3,kunjungan,1,kunti,1,kupang,1,kusamba,1,kuta,8,lagu bali,3,lahangan sweet,1,lampung,1,lansia,1,lawar,1,layang-layang,2,leak,6,leeyonk sinatra,1,lembu,1,lempuyang,1,liburan,1,lifestyle,22,liga 1 2022-2023,1,lingga yoni,1,lirik lagu,16,lirik lagu tuak jakedanill,1,lng,1,lombok,3,longsor,1,lontar,174,lontar carcan wong,1,lowongan kerja,1,LPD Kedonganan,1,Lubdaka,1,luhut binsar pandjaitan,1,lukisan,4,lulut,3,lulut emas,1,lumajang,4,magis,3,Mahabharata,44,mahameru,1,mahasabha luar biasa PHDI,1,majapahit,4,makanan diabetes,1,makna dupa,1,malang,4,mancing,1,mandalika,1,mang gita,1,mangga,1,mantra,11,mantra bangun pagi,1,mantra cuci muka,1,mantra gosok gigi,1,mantra hindu,4,mantra sebelum tidur,1,mantra sehari-hari,1,marco wisesa,1,materi agama hindu,2,materi pelajaran,2,mawar,1,medan,1,media sosial,1,medis,1,Melukat,13,mengwi,1,menikah,2,Menko Marves,1,menteri,2,menteri agama,1,menteri dari bali,2,merajan,1,merakih,1,merdeka,1,mertasari,1,militer,1,mimpi,2,mimpi membuat rumah,1,minggu kliwon,1,minggu pon,1,minggu wage,1,Miss Indonesia 2022,1,misteri,20,mistik,73,mistis,83,mitologi dewa,4,mitos,5,mma,1,model,1,monez,1,morelia,1,Motifora,1,motor,1,ms glow,1,music,3,musik,38,musisi,13,nagasepaha,1,nangka muda,1,Nanoe Biroe,2,narkoba,1,nasib,2,nasional,28,natah,1,nekara,1,nelayan,1,neraka,1,New York Fashion Week,1,news,6,ngaben,14,ngaben tikus,1,ngejot,1,ngelawang,1,ngerebong,1,ngusaba ageng,1,ngusaba nini,1,nosstress,1,ntt,2,Nusa Dua,3,nusa lembongan,1,Nusa Penida,5,nusantara,3,nyama selam,1,Nyampingang Tulang,1,nyentana,1,nyepi,11,obama,1,obat alami kecoak,1,odalan,6,odgj,1,ogoh-ogoh,6,olahraga,5,ongkara,1,otonan,1,pagerwesi,1,pahlawan,3,pajajaran,1,pal sri sedana,1,palawakya,1,pameran,2,pandawa,2,pandu,1,pangerupukan,5,pangiwa,1,pantai,5,Pantai di Bali,1,Pantai Geger,1,pantai kuta,1,Pantai Melasti,1,Pantai Padang Padang,1,panti asuhan,1,papua,4,Partai Golkar,1,pasar badung,2,paskibraka,3,pasraman,1,patung,2,patung bayi Sakah,1,pawang hujan,2,pdam denpasar,2,pecinan,1,pedofilia,1,pegayaman,1,pelinggih,1,pemacekan agung,2,pemangku,1,pemilu 2024,1,penamaan,1,penampahan,2,pencurian,1,pendeta,1,pendidikan agama hindu,2,penggak men mersi,1,pengobatan,22,penjor,4,penjor galungan,1,penulis,1,penyajaan,1,penyakit,2,penyu,1,penyucian,1,perajin,1,perdana menteri,1,pergerakan,1,peristiwa,25,pernikahan,4,peruntungan,2,pesta kesenian bali,12,pesugihan,1,petruk,1,phdi,3,phdi Bali,7,PHDI Pusat,2,PI Bedugul,1,pica fest,1,pis bolong,4,pitara,1,pitra yadnya,1,PKB,12,pkb2022,1,PMI,1,pns,1,pohon keramat,2,polda bali,1,poligami,1,polisi,3,polisi ditusuk di denpasar,1,politikus,2,politisi,1,Polresta Denpasar,1,ponsel,1,pop bali,1,ppkm,1,prestasi,1,primbon,101,produk,1,puan maharani,2,puisi berbahasa bali,1,puja tri sandya,1,pulaki,1,pulet-pulet,1,pura,39,pura besakih,3,pura di jawa,1,pura gelap,1,pura giri semeru agung,1,Pura Goa Pageh,1,pura lempuyang luhur,1,pura luhur uluwatu,2,pura mandara giri semeru agung,2,pura melanting,1,pura pucak penulisan,1,pura punduk dawa,1,pura samuan tiga,1,Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba,1,pura tumpa,1,puri agung klungkung,1,puri pemecutan,1,purnama,5,purnama kalima,1,purnama kapat,1,puteri indonesia,3,qris,1,rabu pahing,1,rabu pon,1,rabu umanis,1,rabu wage,1,rahina bali,1,raja bali,1,raja bangli,2,raja gianyar,1,raja klungkung,1,ralaman,1,ramalan,134,ramayana,3,rambut sehat,1,ray peni,1,rejang,1,rejang renteng,1,rejeki,2,rekor muri,1,reportase,3,rerahinan,21,restoran,2,rezeki,1,ridwan kamil,1,rinjani,1,ritus,1,Roga Sanghara Bumi,1,rs darmo,1,rsj bangli,2,rsud wangaya,1,rsup sanglah,2,rujak,1,rutinitas,1,sabtu kliwon,1,sabtu paing ukir,1,Sabtu Umanis,2,sabtu wage,1,sabuh mas,1,sad kahyangan,1,saiban,1,saka 1942,1,sakit gila,1,sakti,1,salon,1,samson bali,1,sanggar santhi budaya,1,santet,1,santi,1,sanur,20,sanur village festival,8,sapi,1,Sapuh Leger,1,saput poleng,1,saraswati,7,sasih,1,sastra,1,sate lilit,1,satpam pdam,1,sawah,1,sayan,1,segehan,1,sejarah,115,sejarah bali,39,sejarah desa,30,sejarah gunung agung,1,sejarah hindu,3,sejarah pura,26,seksualitas,1,selak,1,selasa kliwon,1,selasa paing,1,selasa pon,1,seleb,1,selingan,1,semarang,1,semeru,3,sengkuni,2,seni,59,seniman,9,Senin Kliwon,1,senin paing,1,Senin Pon,1,senin wage,1,senjata,1,sepak bola,9,serombotan,1,siat tipat,1,siat yeh,1,sid,2,sisi lain,84,situs hindu,1,siwa,3,siwaratri,5,sman bali mandara,1,SMPN 13 Denpasar,1,smpn 5 denpasar,3,sniper,1,soekarno,3,soma ribek,1,sosok,86,sosrobahu,1,sport,8,stadion kanjuruhan,1,street art,1,sudhi wadani,2,sugihan bali,1,sugihan jawa,1,suku,2,sulawesi utara,1,suling,1,sulinggih,11,sultan,1,sumatera,1,Sundari Dewi,1,sunset,1,surabaya,2,surya kanta,1,suwat,2,tabanan,26,tahun baru 2022,1,tahun baru saka,1,taksu poleng,1,taledan,1,tanah longsor,4,tanah lot,1,tanda hp terserang malware,1,tanimbar kei,1,tari,3,tari kreasi,1,tari rejang renteng,1,Teknologi,6,tenganan,2,tenung,19,terminal LNG,8,teroris,1,Terry Palmer Hotelier,1,terunyan,2,thailand,1,tiara dewata,1,tilem,5,tingkatan leak,1,tinju,1,tips,1,tirta,2,tirta empul,4,tni,3,tni ad,1,tokek,1,tokoh,101,toraja,1,tradisi,7,tradisional,6,tragedi Kanjuruhan,1,travel,9,Tresna Nyama,1,Tri Handoko Seto,1,tri sandya,2,trunyan,1,tsunami,1,tugu tiga,1,tuhan,1,tukad ayung,3,tukad badung,2,tukad bindu,1,tukad loloan,1,tukad oongan,1,tukad unda,1,tukad yeh ho,1,tumbal,1,tumpek,1,tumpek kandang,1,tumpek krulut,1,tumpek landep,1,tumpek wariga,2,tumpek wayang,1,tuselak,1,tutorial,3,uang kepeng,1,ubud,13,ubud foof festival,1,udeng merah,1,ugu,1,uhn igb sugriwa,2,ulah pati,5,ular,3,uma,1,umkm,1,uni emirat arab,1,unik,13,universitas gajah mada,1,universitas indonesia,2,universitas udayana,1,unud,4,unuk,1,upakara,4,usada,1,usada buduh,1,usadha,9,vaksinasi Covid-19,2,vandalisme,1,veteran,1,video,1,viral,31,walhi bali,7,wariga,120,warisan,1,watak,2,wayan koster,7,Wayang,7,wbtb,1,weda,1,wewaran,2,whatsapp,3,whdi,1,wilio,1,wiracarita,10,wisata,39,wna,1,wuku,4,wuku bala,1,wuku dukut,7,wuku klawu,2,wuku Watugunung,4,wuku wayang,1,yadnya,2,yadnya sesa,1,Yan Srikandi,1,yeh labuh,1,yong sagita,1,zodiac,2,zodiak,18,
ltr
item
TelusurBali.com: Laku Rupa Sumadiyasa; Alam dan Keseharian
Laku Rupa Sumadiyasa; Alam dan Keseharian
https://1.bp.blogspot.com/-56E53lZKNOY/XT7SREtPDNI/AAAAAAAAG9w/IcO7wueR5IcR4McWF7PzN7Jv1mMglilcQCEwYBhgL/s1600/Capture2.PNG
https://1.bp.blogspot.com/-56E53lZKNOY/XT7SREtPDNI/AAAAAAAAG9w/IcO7wueR5IcR4McWF7PzN7Jv1mMglilcQCEwYBhgL/s72-c/Capture2.PNG
TelusurBali.com
https://www.telusurbali.com/2019/07/laku-rupa-sumadiyasa-alam-dan-keseharian.html
https://www.telusurbali.com/
https://www.telusurbali.com/
https://www.telusurbali.com/2019/07/laku-rupa-sumadiyasa-alam-dan-keseharian.html
true
4771231865681501597
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content