--> Misteri Ladang Tebu, Kisah Dukun AS dari Medan Pembunuh 42 Perempuan | TelusurBali.com

Misteri Ladang Tebu, Kisah Dukun AS dari Medan Pembunuh 42 Perempuan

net Ahmad Suradji, yang populer dipanggil Dukun AS, juga dikenal dengan nama Nasib Kelewang, Datuk lahir di Medan pada tanggal 10 Januari ...

net

Ahmad Suradji, yang populer dipanggil Dukun AS, juga dikenal dengan nama Nasib Kelewang, Datuk lahir di Medan pada tanggal 10 Januari 1949. Ia bukan sosok kekar, tegap, berotot ataupun sangar. Namun ia memiliki tubuh kurus, jangkung, dan orang-orang mungkin lebih mengira ia sebagai pegawai kelurahan dibanding kriminal.

Suradji dibesarkan oleh pasangan Jogan dan Sartik. Sang ayah berprofesi sebagai seorang dukun. Namun ayahnya sudah meninggal disaat ia baru berusia tujuh bulan.

Masa kecil dari Ahmad Suraji hampir sama dengan anak-anak desa pada umumnya. Ia suka bermain dan berlarian di ladang. Di lingkungan tempatnya bermukim, Suradji lebih dikenal dengan nama Nasib Kelewang. Nama itu disematkan oleh warga sekitar karena saat kecil ia pernah tercebur ke dalam sumur. Meskipun begitu, ternyata ia berhasil selamat.

Selain suka bermain di ladang, ternyata Suradji juga tertarik mempelajari ilmu dukun. Mungkin ia tertarik dengan ilmu dukun karena ingin mengikuti jejak sang ayah. Hal itu yang membuat Suradji sejak umur 12 tahun sudah belajar ilmu dukun lewat buku-buku peninggalan sang ayah. Selain itu dalam kesehariannya Suradji juga menjadi peternak sapi.

Lalu ia kemudian menikah dengan seorang perempuan bernama Tumini. Tak cukup satu istri, sosok yang biasa bermain di ladang itu tiba-tiba menghebohkan penduduk sekitar rumahnya saat memutuskan untuk melakukan poligami. Yang membuat kehebohan bukan karena ia menikah lagi, melainkan ia menikahi dua perempuan sekaligus. Mirisnya lagi, kedua perempuan yang dinikahinya tersebut masih punya pertalian saudara dengan istri pertamanya, Tumini.

Alasan Suradji menikah lagi pun sangat sederhana, yakni ingin punya anak perempuan. Karena hal itu tidak didapatkannya saat ia bersama Tumini. Dan bersamaan dengan hal itu, Suradji kini semakin menggilai dunia perdukunan atau dunia klenik.

Bahkan ia mengaku dalam mimpinya, sang ayah kerap datang dan mengajarinya berbagai ilmu kesaktian. Terlepas apakah Suradji betulan sakti atau tidak, masyarakat setempat menganggap dirinya “orang pintar” alias dukun. Di rumahnya, Suradji melayani bermacam jenis jasa, mulai dari mengobati orang sakit hingga pasang susuk.

Akan tetapi, pada suatu malam tahun 1988 tiba-tiba Suradji merasa bimbang. Kebimbangan ini muncul saat mendiang sang ayah kembali datang di mimpinya. Dalam pertemuan itu, sang ayah berpesan, jika ia ingin ilmunya semakin sakti dan bisa memberikan “kebaikan” bagi orang-orang di sekitar, ia harus mengorbankan setidaknya 70 nyawa perempuan. Selain itu, ia juga harus meminum air liur perempuan yang dibunuhnya. Hal itu pun membuat dirinya gelisah. Rasanya akan sangat sulit mengikuti pesan sang ayah yang didapatnya dari mimpi.

Setelah bergulat dengan pikiran bimbangnya itu, Suradji dengan tekad bulat akhirnya melaksanakan petuah dari sang ayah. Suradji pun mengutarakan hal itu kepada tiga istrinya. Tentu saja hal itu mendapat penolakan pada awalnya. Namun setelah melalui berbagai usaha dan bujukan, ketiga istrinya pun bersedia membantunya. Belakangan semua saudara perempuannya pun ikut membantunya.

Ia pun mulai perburuannya untuk mendapatkan perempuan yang akan ditumbalkan. Satu perempuan mulai ia korbankan. Aksinya itu pun berjalan mulus tanpa ada yang mengendus. Para korbannya berusia antara 11 hingga 30 Tahun.

Dalam melakukan aksinya, Suraji mencekik korbannya dengan kabel hingga tewas. Untuk menjalankan aturan ritual. ia mengubur korbannya hingga sepinggang. Kepala korban diarahkan menghadap rumahnya. Aturan ritual tersebut dimaksudkan agar Suradji mendapatkan kekuatan hitam ekstra.

Selama masa pembunuhannya, ia dikenal sebagai dukun yang populer. Banyak perempuan yang datang kepadanya untuk meminta nasihat spiritual atau membuat diri mereka lebih cantik dan kaya. Untuk menyukseskan setiap aksinya, ia tetap dibantu oleh tiga istrinya dan seluruh saudara perempuannya. Setelah melakukan aksi pembunuhan dan ritualnya, mayat korbannya dibuang dan dikubur di ladang tebu di Dusun Aman Damai, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

Namun pada tahun 1997, aksinya brutal Dukun Ahmad Suradji atau yang dikenal sebagai Dukun AS pun mulai terendus. Aksinya mulai diketahui setelah ia melakukan hal itu selama 11 tahun. Hal ini bermula dari penemuan mayat tanpa busana di ladang tebu. Mayat ini ditemukan oleh seorang pemuda lokal. Korban lalu diketahui bernama Sri Kemala Dewi.

Mulanya polisi mengira pelaku pembunuhan adalah suami Dewi sendiri. Sebab, menurut keterangan warga, keduanya sempat terlibat pertengkaran pada malam sebelum Dewi menghilang. Akhirnya, seorang warga bernama Andreas mengaku pernah mengantarkan Dewi ke rumah Suradji untuk melakukan konsultasi. Polisi lantas menindaklanjuti keterangan Andreas. Datanglah mereka ke rumah Suradji. Saat ditanya polisi, Suradji mengaku jika Dewi memang mengunjungi rumahnya. Akan tetapi Dewi sudah pulang selepas Maghrib.

Pengusutan kasus pun sempat terhenti karena bukti-bukti yang ditemukan tak cukup. Tapi, polisi tak kehilangan akal. Mereka kemudian mendalami sejumlah laporan orang hilang dalam beberapa tahun terakhir. Dari hasil pendalaman ditemukan satu benang merah: sebagian besar korban adalah pasien Suradji.

Temuan tersebut mendorong polisi untuk kembali mendatangi rumah Dukun AS. Satu per satu sudut rumah disisir secara seksama. Akhirnya polisi menemukan beberapa helai pakaian perempuan dan perhiasan. Barang bukti itulah yang membuat Suradji ditangkap.

Suradji pun lalu mengakui kepada polisi jika mayat korbannya dibuang ke dalam kebun tebu. Aparat Mapolsek Sunggal lalu melakukan penyisiran ke lokasi dan menemukan 41 rangka manusia di ladang tebu. Dalam proses interogasi, Suradji mengaku bahwa ia yang membunuh Dewi dan 41 perempuan lainnya demi memperoleh ilmu sakti. Tak cuma menghabisi nyawa, Suradji juga mengambil barang-barang berharga milik korban.

Persidangan dimulai pada 11 Desember 1997, dengan dakwaan setebal 363 halaman terhadapnya, dan meskipun Suradji menyatakan tidak bersalah, ia dinyatakan bersalah. Haogoaro Harefa, hakim ketua yang memimpin jalannya persidangan pada 24 April 1998 tersebut memutuskan perkara dengan mantap. Ia divonis hukuman mati. Gemuruh tepuk tangan para hadirin pun langsung memadati ruang sidang.

Saat itu, meskipun dirinya divonis mati, namun Suradji tampak tenang usai vonis dibacakan. Bahkan, beberapa kali ia tertangkap melempar senyum ke arah juru warta, seolah vonis tersebut bukan perkara serius. Bahkan ia mengaku minta banding saat ditanya hakim mengenai tanggapannya. Sementara itu, salah satu istrinya, Tumini, divonis sebagai kaki tangan dari Suradji.

Setelah divonis mati oleh Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Deli Serdang, kuasa hukum Dukun AS mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung tiga tahun kemudian. Upaya kasasi itu ditolak. Pada 2004, dibantu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Dukun AS melayangkan grasi ke presiden. Hasilnya grasi ditolak pada 27 Desember 2007.

Tak menyerah, beberapa minggu kemudian, tim kuasa hukum Dukun AS lagi-lagi mengajukan grasi. Upaya ini gagal membuahkan hasil. Grasi Dukun AS dikembalikan karena dianggap belum memenuhi masa dua tahun dari grasi pertama. Penolakan itu membuat kuasa hukum Dukun AS bertanya-tanya. Menurut mereka, ada kejanggalan sebab penolakan grasi seharusnya dikeluarkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) dan bukan lewat Sekretariat Negara (Setneg).

Sementara itu, selama mendekam di LP Kelas I Tanjung Gusta Medan, Dukun AS sudah bertobat. Dukun AS rajin mengikuti pengajian yang diselenggarakan dua kali sebulan di LP Kelas I Tanjung Gusta Medan. Di tengah pertobatannya itu, Dukun AS sempat merasa tertekan setelah mengetahui rencana Kejaksaan Tinggi Sumut yang akan melaksanakan eksekusi mati terhadap dirinya.

Upaya hukum yang diajukan tim Dukun AS pada akhirnya sia-sia. Pada Kamis, 10 Juli 2008 tepat pukul 22.00, tiga peluru dari Brigadir Mobil (Brimob) Polda Sumatera Utara menembus dadanya. Dukun AS tewas di tempat. Atas permintaan keluarga, jenazahnya langsung dikebumikan keesokan harinya.

Kendati sudah dieksekusi mati, penolakan terhadap Dukun AS masih kencang. Warga Desa Sei Semayang, tempat tinggal Dukun AS, tidak terima apabila Dukun AS dikuburkan di desa mereka. Salah satunya diutarakan oleh Ana, ibu dari korban Suradji yang bernama Dewi. Ana menegaskan keluarganya takkan ikhlas melihat kuburan Dukun AS bersanding dengan makam putrinya. Kasus Dukun AS kemudian diangkat menjadi sebuah film dengan judul Misteri Kebun Tebu


Referensi:

https://kumparan.com/selidik/ahmad-suradji-membantai-puluhan-wanita-demi-kekuatan-ilmu-hitam-1tlR2ZiIBvS/full

https://tirto.id/sejarah-kekejian-dukun-as-membantai-42-perempuan-demi-kesaktian-c7Ec

 

MGID

Name

2020,3,2021,1,abadi,1,aceh,1,adat,3,agraris,1,air,1,air suci,2,air terjun,2,aksara suci,1,ala ayuning dewasa,1,alami,2,alas purwo,1,amerika serikat,3,aneh,1,anggara kasih,3,angin kencang,1,angkringan,1,anjing,3,aplikasi pengingat terbaik,1,arak,1,arak bali,3,arca,1,arema fc,8,aremania,7,arjuna,1,arsitektur,3,art,18,art center,1,arti mimpi,8,artis,19,artis melukat,2,ary kencana,2,aswatama,1,atma wedana,1,aura kasih,1,australia,4,awatara,4,babad pasek,1,babad tanah jawi,1,babi,1,babi guling,4,babi guling samsam,1,badung,62,bagus wirata,2,bala,1,bali,994,bali adnyana,1,bali aga,7,bali di langkat,1,bali di luar,2,bali di sumatera utara,1,bali kuno,1,bali yang binal,1,balian,2,balinese food,11,bandara bali utara,2,bandara ngurah rai,2,Bandung,1,bangli,18,banjir,6,banten,1,banten otonan,1,bantuan,1,banyu pinaruh,1,banyuwangi,1,barack obama,1,basang-basang,1,bayu kw,1,bbm,1,Bebai,2,Beji Langon,1,belgia,1,belitung,1,bencana,1,bencana alam,11,bendesa,1,bendungan titab,1,berhala,1,berita,137,besakih,3,bharatayudha,1,Bhatari Durga,1,bhisama,1,bhuta kala,2,bima,1,binatang,1,biografi,2,bisnis,8,blt,1,bmkg,1,body painting,1,bom bali,1,bondres,1,Boya Sang Bima,1,brahma,1,Brahma Lelare,1,bri,10,BRI Liga 1,3,buah musim hujan,1,buda wage,1,buda wage klawu,1,budaya,241,budha,1,buku,1,bulan,1,bulan di pejeng,1,bule,5,buleleng,55,bunuh diri,1,burung pipit,1,bus hantu,1,calonarang,1,canang sari,2,candi dieng,1,canggu,3,cara merawat rambut,1,cara sadap wa,1,cara temukan hp hilang,1,care bebek,2,caru,1,catetan dibi sande,1,Catur Bekel Dumadi,1,cetik,4,china,1,chord,2,cina,2,cinta,1,ciri-ciri fake people,1,ciri-ciri manusia bertopeng,1,ciri-ciri manusia palsu,1,Cleo,1,corona,1,costume,1,covid-19,4,cpns,1,crazy rich,3,cristiano ronaldo,1,crypto,1,cuaca,1,Culture,11,Dalam Ingatan,1,dana punia,1,Dang Hyang Nirartha,3,dangdut,1,daratan,1,dataran tinggi dieng,1,daun kelor,1,daun sirih,1,Death Knot,1,demam berdarah,1,demen pedidi,1,demo,1,denpasa,1,denpasar,120,desa adat,1,desa adat datah,1,desa dapdap putih,1,desa jinengdalem,1,desa manggis,1,desa munggu,1,desa nyanglan,1,desa sudaji,1,desa undisan,1,desa wisata,1,dewa 19,1,dewasa ayu,7,dewata nawa sanga,1,Dewi Sri,1,dharma wacana,1,dialog dini hari,1,digital,7,dinasti warmadewa,1,dirjen Bimas Hindu,2,diskon,1,dlhk bali,1,doa,6,doa hindu,1,doa sehari-hari,3,dokter gigi,1,doktor,1,dosen isi,1,dprd,2,dprd bali,1,dprd kota denpasar,1,drama gong,3,dresta bali,1,drupadi,1,dubai,1,duryodana,1,duryudana,1,epos,2,erupsi gunung agung,2,event,8,fakta,1,feature,2,festival,2,film,5,filsafat,1,Fitur terbaru WhatsApp 2021,1,food,14,G20,4,gajah mada,1,galungan,14,gambelan,1,game,1,gamelan bali,1,gang poppies,1,ganjar pranowo,1,gaya hidup,1,gelgel,1,gempa,16,gempa bumi,14,genta,1,gering,2,gering agung,1,gerubug,1,gianyar,48,gilang bhaskara,1,gitgit,1,gubernur bali,5,gulinten,1,Gung Dewi,1,gunung agung,9,gunung batur,2,gunung semeru,1,guru,1,hamil,1,happy salma,1,hari baik,4,hari raya,16,hari raya hindu sepanjang tahun 2023,1,hastinapura,1,herbal,6,hiburan,3,Hindu,399,hindu aceh,1,hindu aluk todolo,1,hindu bali,62,hindu dunia,2,hindu jawa,9,hindu jogja,1,hindu kaharingan,1,hindu kei,2,hindu ntt,1,hindu nusantara,11,hindu tamil,1,hindu tanimbar kei,1,hobby kerauhan,1,Holywings,1,hong kong,1,horor,4,hotel,1,how to,1,hujan,1,hukum,2,hukum dan kriminal,29,hutan,1,I Gusti Ngurah Alit Yudha,1,I Gusti Ngurah Rai,1,I Nyoman Giri Prasta,1,i nyoman kenak,1,i nyoman wara,2,Ida Ayu Laksmi,1,Ida Bagus Putu Dunia,1,Ida Pedanda Gde Made Tembau,1,idol,1,idul fitri,1,ihdn denpasar,1,india,27,Indonesia,2,infotainment,1,inggris,1,inna bali beach,1,inspirasi nama bayi,1,inspiratif,1,instalasi,1,internasional,1,international,11,Irjen Pol Teddy Minahasa,2,isi denpasar,6,islam,14,itihasa,1,jagatnatha,1,jakarta,1,janin,1,jantung sehat,1,januari 2023,1,Jason Derulo,1,jawa,7,jawa barat,1,jawa timur,4,jegeg bulan,3,jembatan kaca,1,jembrana,18,jepang,3,jerawat,1,jerman,1,jessica iskandar,1,job,1,jodoh,1,joged,1,joko widodo,5,Jokowi,4,jrx,1,judi online,1,jukung,1,Julia Roberts,1,jumat kliwon,1,Jumat Paing,1,jumat pon,1,Jumat Umanis,1,jumat wage,1,jumat wage uye,1,kadek devi,1,kajeng kliwon,4,kalender,1,kamis kliwon,1,kamis paing,1,kamis pon,1,kamis umanis,1,kamis wage,1,kampung bali,1,kampung bali bekasi,1,kapolda,2,Kapolres Malang,1,Kapten Japa,1,karangasem,54,karna,1,KB Bali,2,kebakaran,4,kebaya,1,kebo iwa,1,kecelakaan,3,kecelakaan pesawat,1,kecoak,1,keluarga berencana,1,kemakmuran,1,kematian,1,kembang rampe,1,kenangan,1,kepemimpinan,1,kepercayaan,4,kerajaan klungkung,2,kerauhan,2,kesanga,1,Kesehatan,13,kesiman,3,kesiman kertalangu,1,kesurupan,2,ketua dprd badung,1,ketua dprd gianyar,1,keturunan,1,ketut santosa,1,kintamani,1,kisah teman,1,kkb papua,2,kkn,4,klawu,3,klenik,3,klenteng,1,klungkung,31,koin micin,1,komisi IV DPRD Kota Denpasar,1,korea selatan,1,koster,1,kpk,5,kresna,1,kriminal,22,kristen,1,krobokan,1,ktt g20,5,kucing,1,kuliner,21,kulit kusam,1,kulit pisang,1,kulkul,1,kuningan,3,kunjungan,1,kunti,1,kupang,1,kusamba,1,kuta,8,lagu bali,3,lahangan sweet,1,lampung,1,lansia,1,lawar,1,layang-layang,2,leak,6,leeyonk sinatra,1,lembu,1,lempuyang,1,liburan,1,lifestyle,22,liga 1 2022-2023,1,lingga yoni,1,lirik lagu,16,lirik lagu tuak jakedanill,1,lng,1,lombok,3,longsor,1,lontar,174,lontar carcan wong,1,lowongan kerja,1,LPD Kedonganan,1,Lubdaka,1,luhut binsar pandjaitan,1,lukisan,4,lulut,3,lulut emas,1,lumajang,4,magis,3,Mahabharata,44,mahameru,1,mahasabha luar biasa PHDI,1,majapahit,4,makanan diabetes,1,makna dupa,1,malang,4,mancing,1,mandalika,1,mang gita,1,mangga,1,mantra,11,mantra bangun pagi,1,mantra cuci muka,1,mantra gosok gigi,1,mantra hindu,4,mantra sebelum tidur,1,mantra sehari-hari,1,marco wisesa,1,materi agama hindu,2,materi pelajaran,2,mawar,1,medan,1,media sosial,1,medis,1,Melukat,13,mengwi,1,menikah,2,Menko Marves,1,menteri,2,menteri agama,1,menteri dari bali,2,merajan,1,merakih,1,merdeka,1,mertasari,1,militer,1,mimpi,2,mimpi membuat rumah,1,minggu kliwon,1,minggu pon,1,minggu wage,1,Miss Indonesia 2022,1,misteri,20,mistik,73,mistis,83,mitologi dewa,4,mitos,5,mma,1,model,1,monez,1,morelia,1,Motifora,1,motor,1,ms glow,1,music,3,musik,38,musisi,13,nagasepaha,1,nangka muda,1,Nanoe Biroe,2,narkoba,1,nasib,2,nasional,28,natah,1,nekara,1,nelayan,1,neraka,1,New York Fashion Week,1,news,6,ngaben,14,ngaben tikus,1,ngejot,1,ngelawang,1,ngerebong,1,ngusaba ageng,1,ngusaba nini,1,nosstress,1,ntt,2,Nusa Dua,3,nusa lembongan,1,Nusa Penida,5,nusantara,3,nyama selam,1,Nyampingang Tulang,1,nyentana,1,nyepi,11,obama,1,obat alami kecoak,1,odalan,6,odgj,1,ogoh-ogoh,6,olahraga,5,ongkara,1,otonan,1,pagerwesi,1,pahlawan,3,pajajaran,1,pal sri sedana,1,palawakya,1,pameran,2,pandawa,2,pandu,1,pangerupukan,5,pangiwa,1,pantai,5,Pantai di Bali,1,Pantai Geger,1,pantai kuta,1,Pantai Melasti,1,Pantai Padang Padang,1,panti asuhan,1,papua,4,Partai Golkar,1,pasar badung,2,paskibraka,3,pasraman,1,patung,2,patung bayi Sakah,1,pawang hujan,2,pdam denpasar,2,pecinan,1,pedofilia,1,pegayaman,1,pelinggih,1,pemacekan agung,2,pemangku,1,pemilu 2024,1,penamaan,1,penampahan,2,pencurian,1,pendeta,1,pendidikan agama hindu,2,penggak men mersi,1,pengobatan,22,penjor,4,penjor galungan,1,penulis,1,penyajaan,1,penyakit,2,penyu,1,penyucian,1,perajin,1,perdana menteri,1,pergerakan,1,peristiwa,25,pernikahan,4,peruntungan,2,pesta kesenian bali,12,pesugihan,1,petruk,1,phdi,3,phdi Bali,7,PHDI Pusat,2,PI Bedugul,1,pica fest,1,pis bolong,4,pitara,1,pitra yadnya,1,PKB,12,pkb2022,1,PMI,1,pns,1,pohon keramat,2,polda bali,1,poligami,1,polisi,3,polisi ditusuk di denpasar,1,politikus,2,politisi,1,Polresta Denpasar,1,ponsel,1,pop bali,1,ppkm,1,prestasi,1,primbon,101,produk,1,puan maharani,2,puisi berbahasa bali,1,puja tri sandya,1,pulaki,1,pulet-pulet,1,pura,39,pura besakih,3,pura di jawa,1,pura gelap,1,pura giri semeru agung,1,Pura Goa Pageh,1,pura lempuyang luhur,1,pura luhur uluwatu,2,pura mandara giri semeru agung,2,pura melanting,1,pura pucak penulisan,1,pura punduk dawa,1,pura samuan tiga,1,Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba,1,pura tumpa,1,puri agung klungkung,1,puri pemecutan,1,purnama,5,purnama kalima,1,purnama kapat,1,puteri indonesia,3,qris,1,rabu pahing,1,rabu pon,1,rabu umanis,1,rabu wage,1,rahina bali,1,raja bali,1,raja bangli,2,raja gianyar,1,raja klungkung,1,ralaman,1,ramalan,134,ramayana,3,rambut sehat,1,ray peni,1,rejang,1,rejang renteng,1,rejeki,2,rekor muri,1,reportase,3,rerahinan,21,restoran,2,rezeki,1,ridwan kamil,1,rinjani,1,ritus,1,Roga Sanghara Bumi,1,rs darmo,1,rsj bangli,2,rsud wangaya,1,rsup sanglah,2,rujak,1,rutinitas,1,sabtu kliwon,1,sabtu paing ukir,1,Sabtu Umanis,2,sabtu wage,1,sabuh mas,1,sad kahyangan,1,saiban,1,saka 1942,1,sakit gila,1,sakti,1,salon,1,samson bali,1,sanggar santhi budaya,1,santet,1,santi,1,sanur,20,sanur village festival,8,sapi,1,Sapuh Leger,1,saput poleng,1,saraswati,7,sasih,1,sastra,1,sate lilit,1,satpam pdam,1,sawah,1,sayan,1,segehan,1,sejarah,115,sejarah bali,39,sejarah desa,30,sejarah gunung agung,1,sejarah hindu,3,sejarah pura,26,seksualitas,1,selak,1,selasa kliwon,1,selasa paing,1,selasa pon,1,seleb,1,selingan,1,semarang,1,semeru,3,sengkuni,2,seni,59,seniman,9,Senin Kliwon,1,senin paing,1,Senin Pon,1,senin wage,1,senjata,1,sepak bola,9,serombotan,1,siat tipat,1,siat yeh,1,sid,2,sisi lain,84,situs hindu,1,siwa,3,siwaratri,5,sman bali mandara,1,SMPN 13 Denpasar,1,smpn 5 denpasar,3,sniper,1,soekarno,3,soma ribek,1,sosok,86,sosrobahu,1,sport,8,stadion kanjuruhan,1,street art,1,sudhi wadani,2,sugihan bali,1,sugihan jawa,1,suku,2,sulawesi utara,1,suling,1,sulinggih,11,sultan,1,sumatera,1,Sundari Dewi,1,sunset,1,surabaya,2,surya kanta,1,suwat,2,tabanan,26,tahun baru 2022,1,tahun baru saka,1,taksu poleng,1,taledan,1,tanah longsor,4,tanah lot,1,tanda hp terserang malware,1,tanimbar kei,1,tari,3,tari kreasi,1,tari rejang renteng,1,Teknologi,6,tenganan,2,tenung,19,terminal LNG,8,teroris,1,Terry Palmer Hotelier,1,terunyan,2,thailand,1,tiara dewata,1,tilem,5,tingkatan leak,1,tinju,1,tips,1,tirta,2,tirta empul,4,tni,3,tni ad,1,tokek,1,tokoh,101,toraja,1,tradisi,7,tradisional,6,tragedi Kanjuruhan,1,travel,9,Tresna Nyama,1,Tri Handoko Seto,1,tri sandya,2,trunyan,1,tsunami,1,tugu tiga,1,tuhan,1,tukad ayung,3,tukad badung,2,tukad bindu,1,tukad loloan,1,tukad oongan,1,tukad unda,1,tukad yeh ho,1,tumbal,1,tumpek,1,tumpek kandang,1,tumpek krulut,1,tumpek landep,1,tumpek wariga,2,tumpek wayang,1,tuselak,1,tutorial,3,uang kepeng,1,ubud,13,ubud foof festival,1,udeng merah,1,ugu,1,uhn igb sugriwa,2,ulah pati,5,ular,3,uma,1,umkm,1,uni emirat arab,1,unik,13,universitas gajah mada,1,universitas indonesia,2,universitas udayana,1,unud,4,unuk,1,upakara,4,usada,1,usada buduh,1,usadha,9,vaksinasi Covid-19,2,vandalisme,1,veteran,1,video,1,viral,31,walhi bali,7,wariga,120,warisan,1,watak,2,wayan koster,7,Wayang,7,wbtb,1,weda,1,wewaran,2,whatsapp,3,whdi,1,wilio,1,wiracarita,10,wisata,39,wna,1,wuku,4,wuku bala,1,wuku dukut,7,wuku klawu,2,wuku Watugunung,4,wuku wayang,1,yadnya,2,yadnya sesa,1,Yan Srikandi,1,yeh labuh,1,yong sagita,1,zodiac,2,zodiak,18,
ltr
item
TelusurBali.com: Misteri Ladang Tebu, Kisah Dukun AS dari Medan Pembunuh 42 Perempuan
Misteri Ladang Tebu, Kisah Dukun AS dari Medan Pembunuh 42 Perempuan
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEglWY0Zl9Vh4iuOuHsWLxTcvNZ47pUTQcBwnKHHVXbc7rP-qXbPXdRrupC46MMKZPbAgZR3ys56zHIzxKKBAnCh5cRt6VaSTXWSMYPpbHfue_yq6noyF_HSJdWpGFqI5oaaTBpLdBQLvxotCgTufQAaJ62vOnBmhd4gnebIcr6Hhnw23ymrmomFhcLy=s16000
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEglWY0Zl9Vh4iuOuHsWLxTcvNZ47pUTQcBwnKHHVXbc7rP-qXbPXdRrupC46MMKZPbAgZR3ys56zHIzxKKBAnCh5cRt6VaSTXWSMYPpbHfue_yq6noyF_HSJdWpGFqI5oaaTBpLdBQLvxotCgTufQAaJ62vOnBmhd4gnebIcr6Hhnw23ymrmomFhcLy=s72-c
TelusurBali.com
https://www.telusurbali.com/2022/01/misteri-ladang-tebu-kisah-dukun-as-dari.html
https://www.telusurbali.com/
https://www.telusurbali.com/
https://www.telusurbali.com/2022/01/misteri-ladang-tebu-kisah-dukun-as-dari.html
true
4771231865681501597
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content