Ist Pernikahan di Bali selalu identik dengan undangan dan juga hiasan yang meriah. Selain itu, pasangan pengantin juga biasanya akan mengg...
![]() |
Ist |
Pernikahan
di Bali selalu identik dengan undangan dan juga hiasan yang meriah. Selain itu,
pasangan pengantin juga biasanya akan menggunakan pakaian adat Bali yang
terbaik atau biasa disebut payasan agung. Lalu bagaimana jadinya jika
pernikahan ini digelar di kantor polisi?
Ya,
di Bali ada pernikahan yang digelar di kantor polisi. Hal ini dikarenakan salah
satu maupun kedua mempelai sedang tersandung kasus hukum. Dari penelusuran
Telusur Bali, sejak tahun 2020 hingga 2022 ini telah berlangsung dua kali
pernikahan di kantor polisi. Berikut pembahasannya.
1. Bagus Putu Ardika dengan
Desi Paulika Sari
Pasangan
kekasih Bagus Putu Ardika dan Desi Paulika Sari melangsungkan pernikahan secara
sederhana di rumah tahanan Polresta Denpasar. Dilansir dari suarabali.id,
keduanya melangsungkan pernikahan dengan menggunakan adat Bali pada, Selasa 10
November 2020 sekitar pukul 12.00 WITA. Kedua mempelai sama-sama terjerat kasus
narkoba.
Bagus
dan Desi diketahui sudah lama berpacaran. Namun keduanya ditahan atas kasus
narkoba hingga terpaksa menikah di penjara. Kasubag Humas Polresta Denpasar saat
itu, Iptu Ketut Sukadi mengatakan pernikahan kedua tersangka ini dilakukan atas
dasar permintaan keluarga mempelai. Orang tua laki-laki mengajukan permohonan
izin untuk tempat dan waktu pernikahan di rutan Polresta Denpasar.
Keduanya
pun akhirnya menikah tanpa adanya tamu undangan. Pernikahan adat Bali itu
dilaksanakan dalam bentuk mebiokaonan yang dipuput oleh Ida Ayu Widiari asal
Singaraja.
Pernikahan
itu juga disaksikan oleh orang tua mempelai laki laki yakni Ida Bagus Komang
Maruta dan Gusti Ayu Kertiyasa serta keluarga dari si perempuan. Namun pihak
keluarga tidak diperkenankan masuk ke dalam rutan dan hanya bisa menyaksikan
dari luar karena aturan protokol kesehatan.
Sukadi
menjelaskan tujuan diadakannya pernikahan itu agar sejoli itu sah menjadi suami
istri. Terlebih mempelai perempuan sudah hamil 5 bulan, agar bayi dalam
kandungan itu sah menjadi anak. Usai menikah, kedua mempelai itu mengaku merasa
sedih bercampur bahagia. Namun mereka berharap agar pernikahan itu ke depannya
tetap langgeng.
2. I Wayan Bawa Kartika
dengan Ni Ketut Purnami
Sepasang
mempelai di Bali melangsungkan pernikahannya di kantor polisi. Pernikahan
mereka berlangsung pada Senin, 18 April 2022. Mereka adalah I Wayan Bawa
Kartika (34) yang menikahi kekasihnya Ni Ketut Purnami. Pernikahan itu
dilangsungkan di Polresta Denpasar.
Pernikahan
ini dilangsungkan di kantor polisi lantaran mempelai pria menjadi tahanan
karena tersandung kasus narkotika. Bawa merupakan tahanan titipan Kejaksaan
Negeri Denpasar di Rumah Tahanan (Rutan) Polresta Denpasar.
Prosesi
pernikahan pasangan kekasih ini pun digelar di lobi Mapolresta Denpasar, Jalan
Gunung Sanghyang, Denpasar Barat secara sederhana pada. Prosesi pernikahan yang
dihadiri saksi kedua mempelai berlangsung selama sejam, sejak pukul 10.40 Wita
hingga pukul 11.40 Wita.
Pernikahan
pria asal Banjar Sading, Desa Babakan, Kecamatan/Kabupaten Gianyar dengan
kekasihnya Ni Ketut Purnami ini pun berjalan dengan lancar. Sebelum pernikahan
dilangsungkan, mempelai perempuan bersama keluarga nampak menunggu mempelai
pria keluar dari sel tahanan.
Sekitar
pukul 10.30 WITA, I Wayan Bawa Kartika nampak keluar dari jeruji besi
didampingi penjaga rumah tahanan (Rutan) Polresta Denpasar. Ia keluar dengan
memakai pakaian adat Bali dan langsung menghampiri kekasihnya. Kedua mempelai
bersama keluarga kemudian berjalan menuju ke lobi Polresta Denpasar. Di sana
segala jenis sesajen yang dipakai dalam ritual pernikahan sudah disiapkan.
Pemangku
yang memimpin ritual pernikahan juga sudah siap di lokasi. Ritual pernikahan
dijalankan sesuai dresta Agama Hindu Bali pada umumnya. Kapolresta Denpasar
AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, I Wayan Bawa Kartika bersama Ni Ketut
Purnami sebenarnya sudah lama merencanakan untuk melakukan pernikahan. Namun
dalam prosesnya, pihak laki-laki ditangkap polisi karena kasus narkotika.
"Karena sudah direncanakan lama kemudian tertangkap melaksanakan atau melakukan tindak pidana narkoba, kemudian dari pihak keluarga meminta untuk melaksanakan pawiwahan ini. Kemudian Polresta Denpasar memfasilitasi untuk kegiatan pawiwahan ini," jelas Bambang dilansir dari detik.com. I Wayan Bawa Kartika sebenarnya sudah menjalani tahap dua atau pelimpahan dari Polresta Denpasar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.
Karena
itu, ia sebenarnya sudah menjadi tahanan jaksa. Namun, I Wayan Bawa Kartika
masih dititipkan oleh Jaksa di Polresta Denpasar sehingga ia masih mendekam di
Rutan Polresta Denpasar. Oleh sebab itu, mereka melangsungkan pernikahannya di
Polresta Denpasar. “Kita berikan ini karena ini kan hak, hak mereka, hak dari
tahanan, hak juga seluruh warga untuk melakukan pernikahan, jadi kita berikan
fasilitas,” katanya.
Bambang
menegaskan, bahwa tidak ada ritual atau rentetan upacara atau kegiatan lain
yang dilaksanakan di luar Polresta Denpasar. Setelah upacara pernikahan selesai
dilaksanakan, mempelai pria juga langsung kembali ke sel tahanan.
Dilansir
dari NusaBali, Wayan Bawa Kartika ditangkap aparat Polresta Denpasar pada 3
Desember 2021 karena tersangkut kasus hukum tindak pidana narkoba. Dari
tangannya polisi menyita barang bukti berupa 163.64 gram sabu dan 30 butir
ekstasi.
Mempelai
pria asal Banjar Dinas Sanding, Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar ini pun
diproses hukum. Kini kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar. Semenjak
saat itu Wayan Bawa Kartika mendekam di Rutan Polresta Denpasar.
Sementara
Ketut Purnami asal Lingkungan Pengabetan, Kelurahan/Kecamatan Kuat, Badung
harus ditinggalnya dalam kondisi hamil. Sebelum mempelai laki-laki ditangkap
polisi, keluarga kedua belah pihak sudah sepakat akan menikahkan kedua mempelai
pada 18 April 2022.
Pernikahan
pasangan suami istri ini pun akhirnya terwujud setelah dilajukan Surat
Permohonan Kejaksaan Negeri Denpasar Nomor B /387/N.1.10/ Enz.2/04/2022 pada 14
April 2022, perihal permohonan pinjam tempat di Mapolresta Denpasar untuk
melaksanakan pernikahan terdakwa I Wayan Bawa Kartika.
Meski
hari bahagia dan mendapat kelonggaran seorang tahanan, pernikahan mempelai ini
mendapat pengawalan aparat kepolisian. Sejak Wayan Bawa Kartika keluar dari
dalam Rutan yang berada di belakang Mapolresta Denpasar sudah dikawal polisi.
Bahkan saat dia menggandeng istrinya menuju lobi Mapolresta Denpasar untuk
melangsungkan pernikahan, pada saat prosesi pernikahan, hingga kembali lagi ke
Rutan usai prosesi pernikahan terus dikawal ketat.
Kegiatan
itu juga dipantau langsung oleh Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo
Pamungkas, Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana, perwakilan dari
Kejaksaan Negeri Denpasar, Kabag SDM Polresta Denpasar, Kasat Tahti Polresta
Denpasar, dan Kasiwas Polresta Denpasar. Upacara yang berlangsung sejam dan
sederhana ini pun berjalan lancar tanpa hambatan. “Kami memberikan fasilitas
sebagai pemenuhan hak mereka. Prosesinya berlangsung secara sederhana. Dengan
upacara hari ini keduanya secara agama dan adat sudah sah menjadi suami istri,”
katanya. (TB)